MATAHARI Kehidupan

MATAHARI Kehidupan
Monumen Matahari Terbit,-telah mengingatkan kita akan pandangan dan masa depan yang lebih baik. Mari kita sambut lembaran hidup dengan dihiasi oleh mutiara keimanan dan kemanusiaan.

Selasa, 13 September 2011

TENGGER, SUKU dan BUDAYA

BUDAYA SUKU TENGGER SEJARAH Menurut mitos atau legenda yang berkembang di masyarakat suku Tengger, mereka berasal dari keturunan Roro Anteng yang merupakan putri dari Raja Brawijaya dengan Joko Seger putra seorang Brahmana. Nama suku Tengger diambil dari akhiran nama kedua pasang suami istri itu yaitu, “Teng” dari Roro Anteng dan “Ger” dari Joko Seger. Legenda tentang Roro Anteng dan Joko Seger yang berjanji pada Dewa untuk menyerahkan putra bungsu mereka, Raden Kusuma merupakan awal mula terjadinya upacara Kasodo di Tengger. Menurut beberapa ahli sejarah, suku Tengger merupakan penduduk asli orang Jawa yang pada saat itu hidup pada masa kejayaan Majapahit. Saat masuknya Islam di Indonesia (pulau Jawa) saat itu terjadi persinggungan antara Islam dengan kerajaan-kerajaan yang ada di Jawa, salah satunya adalah Majapahit yang merasa terdesak dengan kedatangan pengaruh Islam, kemudian melarikan diri ke wilayah Bali dan pedalaman di sekitar Gunung Bromo dan Semeru. Mereka yang berdiam di sekitar pedalaman Gunung Bromo ini kemudian mendirikan kampung yang namanya diambil dari akhiran nama pemimpin mereka yaitu Roro Anteng dan Joko Seger. DESKRIPSI LOKASI Suku bangsa Tengger berdiam disekitar kawasan di pedalaman gunung Bromo yang terletak di kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Berdasarkan persebaran bahasa dan pola kehidupan sosial masyarakat, daerah persebaran suku Tengger adalah disekitar Probolinggo, Lumajang, (Ranupane kecamatan Senduro), Malang (desa Ngadas kecamatan Poncokusumo), dan Pasuruan. Sementara pusat kebudayaan aslinya adalah di sekitar pedalaman kaki gunung Bromo. UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN 1. BAHASA Bahasa yang berkembang di masyarakat suku Tengger adalah bahasa Jawa Tengger yaitu bahasa Jawi kuno yang diyakini sebagai dialek asli orang-orang Majapahit. Bahasa yang digunakan dalam kitab-kitab mantra pun menggunakan tulisan Jawa Kawi. Suku Tengger merupakan salah satu sub kelompok orang Jawa yang mengembangkan variasai budaya yang khas. Kekhasan ini bisa dilihat dari bahasanya, dimana mereka menggunakan bahasa Jawa dialek tengger, tanpa tingkatan bahasa sebagaimana yang ada pada tingkatan bahasa dalam bahasa Jawa pada umumnya. 2. PENGETAHUAN Pendidikan pada masyarakat Tengger sudah mulai terlihat dan maju dengan dibangunnya sekolah-sekolah, baik tingkat dasar maupun menengah disekitar kawasan Tengger. Sumber pengetahuan lain adalah mengenai penggunaan mantra-mantra tertentu oleh masyarakat Tengger. 3. TEKNOLOGI Dalam kehidupan suku Tengger, sudah mengalami teknologi komunikasi yang dibawa oleh wisatawan-wisatawan domestik maupun mancanegara sehingga cenderung menimbulkan perubahan kebudayaan. Suku Tengger tidak seperti suku-suku lain karena masyarakat Tengger tidak memiliki istana, pustaka, maupun kekayaan seni budaya tradisional. Tetapi suku Tengger sendiri juga memiliki beberapa obyek penting yaitu lonceng perungggu dan sebuah padasan di lereng bagian utara Tengger yang telah menjadi puing. 4. RELIGI Mayoritas masyarakat Tengger memeluk agama Hindu, namun agama Hindu yang dianut berbeda dengan agama Hindu di Bali, yaitu Hindu Dharma. Hindu yang berkembang di masyarakat Tengger adalah Hindu Mahayana. Selain agama Hindu, agama laiin yang dipeluk adalah agama Islam, Protestan, Kristen, dll. Berdasarkan ajaran agama Hindu yang dianut, setiap tahun mereka melakukan upacara Kasono. Selain Kasodo, upacara lain yaitu upacara Karo, Kapat, Kapitu, Kawulo, Kasanga. Sesaji dan mantra amat kental pengaruhnya dalam masyarakat suku Tengger. Masyarakat Tengger percaya bahwa mantra-mantra yang mereka pergunakan adalah mantra-mantra putih bukan mantra hitam yang sifatnya merugikan. 5. ORGANISASI SOSIAL PERKAWINAN. Sebelum ada Undang-Undang perkawinan banyak anak-anak suku Tengger yang kawin dalam usia belia, misalnya pada usia 10-14 tahun. Namun, pada masa sekarang hal tersebut sudah banyak berkurang dan pola perkawinannya endogami. Adat perkawinan yang diterapkan oleh siuku Tengger tidak berbeda jauh dengan adat perkawinan orang Jawa hanya saja yang bertindak sebagai penghulu dan wali keluarga adalah dukun Pandita. Adat menetap setelah menikah adalah neolokal, yaitu pasangan suami-istri bertempat tinggal di lingkungan yang baru. Untuk sementara pasangan pengantin berdiam terlebih dahulu dilingkungan kerabat istri. SISTEM KEKERABATAN. Seperti orang Jawa lainnya, orang Tengger menarik garis keturunan berdasarkan prinsip bilateral yaitu garis keturunan pihak ayah dan ibu. Kelompok kekerabatan yang terkecil adalah keluarga inti yang terdiri dari suami, istri, dan anak-anak. SISTEM KEMASYARAKATAN. Masyarakat suku Tengger terdiri atas kelompok-kelompok desa yang masing-masing kelompok tersebut dipimpin oleh tetua. Dan seluruh perkampungan ini dipimpin oleh seorang kepala adat. Masyarakat suku Tengger amat percaya dan menghormati dukun di wilayah mereka dibandingkan pejabat administratif karena dukun sangat berpengaruh dalam kehidupan masyarakat Tengger. Masyarakat Tengger mengangkat masyarakat lain dari luar masyarakat Tengger sebagai warga kehormatan dan tidak semuanya bisa menjadi warga kehormatan di masyarakat Tengger. Masyarakat muslim Tengger biasanya tinggal di desa-desa yang agak bawah sedangkan Hindu Tengger tinggal didesa-desa yang ada di atasnya. 6. MATA PENCAHARIAN Pada masa kini masyarakat Tengger umumnya hidup sebagai petani di ladang. Prinsip mereka adalah tidak mau menjual tanah (ladang) mereka pada orang lain. Macam hasil pertaniannya adalah kentang, kubis, wortel, tembakau, dan jagung. Jagung adalah makanan pokok suku Tengger. Selain bertani, ada sebagian masyarakat Tengger yang berprofesi menjadi pemandu wisatawan di Bromo. Salah satu cara yang digunakan adalah dengan menawarkan kuda yang mereka miliki untuk disewakan kepada wisatawan. 7. KESENIAN Tarian khas suku Tengger adalah tari sodoran yang ditampilkan pada perayaan Karo dan Kasodo. Dari segi kebudayaan, masyarakat Tengger banyak terpengaruh dengan budaya pertanian dan pegunungan yang kental meskipun sebagian besar budaya mereka serupa dengan masyarakat Jawa umumnya, namun ada pantangan untuk memainkan wayang kulit. NILAI-NILAI BUDAYA Orang Tengger sangat dihormati oleh masyarakat Tengger karena mereka selalu hidup rukun, sederahana, dan jujur serta cinta damai. Orang Tenggr suka bekerja keras, ramah, dan takut berbuat jahat seperti mencuri karena mereka dibayangi adanya hukum karma apabila mencuri barang orang lain maka akan datang balasan yaitu hartanya akan hilang lebih banyak lagi. Orang Tengger dangat menghormati Dukun dan Tetua adat mereka. ASPEK PEMBANGUNAN Aspek pembangunan yang terlihat adalah pada sektor pariwisata misalnya dengan pembangunan-pembanguna akses-akses menuju gunung Bromo agar lebih mudah dijangkau oleh wisatawan. Desa Tosari merupakan salah satu pintu gerbang daerah Tengger, desa ini memanjang dari utara sampai selatan. Di tengah desa itu terdapat pasar dan tempat-tempat ibadah seperti masjid bagi umat Islam dan pura bagi umat Hindu. Selain itu terdapat pula kantor kelurahan, kantor kecamatan, dan koramil, kantor PKK, sekolah dasar, madrasah, taman-kanak-kanak, pos kesehatan, dan taman gizi serta puskesmas. Jadi desa-desa yang ada di wilayah Tengger sudah cukup maju. Diposkan oleh budayanusantara di 06:50

Kamis, 08 September 2011

Keluarga

20 Agustus 2002, itulah awal kami di ikat, oleh niat ibadah nikah yang sama. ATAS BERKAT ROHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA. SEMOGA ALLOH MERIDLOI KAMI UNTUK BISA BERJUANG DI JALAN MU YA ALLOH.!

Jumat, 29 April 2011

MUSUH KITA ; HAWA NAFSU

HAWA NAFSU

Syekh Qosim Al Halabi, menerangkan dalam kitabnya yang berjudul "Sirrus Suluk" mengatakan, bahwa nafsu itu terbagi menjadi tujuh bagian. Setiap nafsu mempunyai perjalanan, mempunyai alam, mempunyai tempat, mempunyai kelakuan, mempunyai wirid, dan mempunyai tujuan. Adapun tujuh macam nafsu tersebut adalah :

1 Nafsu Ammarah

Nafsu ini sangat condong pada kejahatan. Alamnya adalah alam kebendaan, merasa mampu mengatur gerak lahir saja dengan tidak ada sangsi apa-apa kecuali sangsi yang bersifat lahiriah. Ia senantiasa memandang bagian luar saja, ia bersifat jahil, kikir, takabbur, loba, gemar berkata-kata yang tidak bermanfaat, pemarah, suka makan, dengki, lupa diri, buruk perangai, suka menyakiti manusia dan lain-lain.

Untuk mengobati nafsu ammarah, hendak didawamkan berzikir LA ILAAHA ILLALLAH sebanyak-banyaknya. Zikir itu ibarat senjata yang tajam yang berguna untuk memerangi amarah. Apabila amarahnya sudah bisa diperangi sampailah pada tingkatan nafsu yang kedua, yaitu :

2. Nafsu Lau-Wamah

Nafsu ini setengah jahat. Alamnya adalah alam barzah, yakni alam kubur. Ia ingat akan adanya mati, kelakuannya kadang-kadang rindu kepada Allah, rindu kepada ibadat, menjaga hatinya dari kejahatan. Ia kadang-kadang menyesal terhadap kesalahannya, tetapi masih saja bersifat ujub, riya', banyak fikir, dan senang merintangi manusia yang akan berbuat baik. Ia senang namanya terkenal dimana-mana, dan senang menjadi pemimpin orang banyak. Namun sebaliknya ia tidak ketinggalan untuk bersedekah, puasa, shalat, tetapi ibadahnya masih bercampur dengan syirik khafi, yaitu syirik yang tersembunyi.

Untuk mengobati nafsu lau-wamah adalah dengan memperbanyak zikir ALLAH, ALLAH, ALLAH dengan disertai taubat, sehingga nafsu ini akan hilang dan berubah menjadi nafsu pada tingkatan yang ketiga, yaitu :

3. Nafsu Mulhimah

Nafsu ini adalah nafsu yang lebih baik dari nafsu ammarah, dan nafsu lau-wamah, karena kebaikannya lebih banyak daripada kejahatan. Dalam perjalanannya menuju Allah swt, ia sudah dapat disebut salikin. Ia mulai mendapat hakikat iman. Tasdiq hatinya mulai berjalan dengan syuhud kepada Allah dan mulai menjalankan fana' pada Allah, dan menjalankan sifat kehambaan, yaitu merasa la hawla wala quwata illa billah (tidak ada daya dan kekuatan, kecuali dengan pertolongan Allah). Tempat nafsu ini ada dalam ruh. Kelakuannya sangat asyik kepada Allah, sedangkan wiridnya makrifat kepada Allah, bersifat murah hati, qona'ah, tawadhuk, sabar, sanggup menanggung sakit, memaafkan kesalahan orang lain, berbuat amal saleh, dan dapat menjalankan fana' pada Allah, dan nyata kebesaran Allah pada segala perbuatannya. Nafsu ini hendaklah membanyakkan zikir HU-HU-HU menuju zat Allah, sehingga ia naik kepada tingkatan nafsu yang keempat, yaitu :

bersambung »

LOGO SMKN 1 KEMLAGI MOJOKERTO JAWA TIMUR



ARTI LOGO SMKN 1 KEMLAGI MOJOKERTO
1. BINTANG SEGI LIMA
Bintang segi lima sebagai dasar lambang: melambangkan SMKN 1 Kemlagi Mojokerto menjunjung tinggi keimanan terhadap Ketuhanan Yang Maha Esa, yang nantinya dapat menjadikan diri kita dapat menjadi orang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Karena hidup tanpa Ketuhanan adalah fatamorgana.
Bintang segi lima yang berada disebelah kanan dan kiri. Bila disebelah kanan bermakna nilai Ketuhanan itu dapat diperuntukkan untuk orang-orang di SMKN 1 Kemlagi Mojokerto yang berbuat kebaikan, supaya kebaikannya semakin bertambah kuat dan semakin meningkat amal sholehnya. Bila bintang segi lima disebelah kiri bermaksud nilai Ketuhanan yang ada dapat digunakan untuk mengajak orang-orang yang merugi menjadi lebih beruntung.
Bintang segi lima berjumlah tiga diatas menara, mewakili bintang-bintang di langit. Dengan maksud bahwa dengan bersama di SMKN 1 Kemlagi akan dapat mewujudkan cita-cita kita setinggi bintang di langit, agar tidak mudah dipetik dan diganggu orang lain.

2. ANTENA atau TOWER
Melambangkan SMKN 1 Kemlagi Mojokerto, siap menyambungkan diri dengan dunia
luar, khususnya bidang teknologi dan informatika melalui ilmu komputer maupun
ilmu tentang software-software dalam dunia komputer jaringan maupun multimedia.

3. GAPURA
Merupakan karya gambar pada teknik gambar bangunan, baik secara manual atau
autocad, serta dilengkapi ilmu RAB dan RKS. Yang akan menjadikan lulusan
SMKN 1 Kemlagi yang ahli, siap berkarya di dunia pembangunan dalam segala
konsep penerapan berbagai bidang kehidupan. (Gapura juga bisa bermakna Al
Ghoffaaru; sifat Asma’ul husna Alloh Maha Pengampun. Berharap bisa menyiapkan
manusia yang selalu memohon ampunan atas segala dosa/kesalahan sehingga
menjadi manusia ahli taubat.)

4. BUKU atau SUMBER BACAAN
Menyimbolkan gudang ilmu yang tertuang dalam bentuk tulisan. Hal ini di SMKN 1
Kemlagi bisa dihubungkan sebagai sumber ilmu, diantaranya ilmu pembukuan
akuntasi yang selalu kita butuhkan untuk kebutuhan pribadi, keluarga,
organisasi, perusahaan atau instansi apapun. Agar usaha kita bisa menghasilkan
keuntungan yang semakin besar dan berkembang terus.

5. LINGKARAN atau BULATAN HITAM
Lingkaran melambangkan dunia, dalam dunia inilah kita berkesempatan untuk bisa
mendapatkan kebahagiaan hidup, baik saat ini sampai dengan di akherat. “
Mewujudkan impian memang tak semudah membalik telapak tangan, tapi dunia
menjanjikan segalanya. Tergantung bagaimana kita menyiasatinya.” Bersama SMKN 1
Kemlagi kita wujudkan impian hidup bahagia di dunia sampai dengan akherat.

6. BULATAN KUNING BERGERIGI
Bulatan kuning bergerigi laksana matahari yang memancarkan sinar penuh kekuatan
daya dan energi. Kita semua telah tahu jasa besar matahari bagi kehidupan. SMKN
1 Kemlagi siap menjadi matahari penerang kepada siswa-siswinya, alumninya,
masyarakat disekitarnya. Agar dapat membuka mata kesadaran kita “melek” ilmu
pengetahuan dan teknologi, yang nantinya bisa
membuat diri kita semakin bisa bermanfaat bagi orang lain.

7. RUMAH
Rumah melambangkan simbol perlindungan, melindungi dari angin, panas, hujan,
binatang ataupun musuh. Di SMKN 1 Kemlagi kami ciptakan kekuatan perlindungan
bagi seluruh siswa-siswi, agar bisa aman dari bahaya kehidupan, sehingga muncul
rasa percaya diri untuk menghadapi tantangan kehidupan, yang akhirnya mendapat
keselamatan.

Jumat, 04 Maret 2011

Dari Sahabat Kita

BAGAIMANA-BAGAIMANA SAJAK KU..?
bagaimana menyumpal

mulut anjing

sedang jiwaku cing



bagaimana menambat kuda

liar dan binal

sedang hatiku dis



bagaimana memberangus

tikus tikus

sedang nyaliku rus



bagaimana menghalau

serigala

sedang tekatku rang



bagaimana bagaimana Tuhan

menerimaku

sedang dzikirku lit



bagaimana bagaimana cinta

dapat kutangkap

sedang tobatku mat



bagaimana bagaimana surga

kuinjak

sedang batinku muh



bagaimana bagaimana lagi

tanpa ampunanMu

sedang mulutku mal



ch anam, Sidoarjo 2 Maret 2011




HANYA ORANG-ORANG BODOH YANG PERCAYA KEPADA TUHAN
oleh Ch Anam Ipe pada 03 Maret 2011 jam 20:44

Hanya orang orang bodoh yang percaya kepada Tuhan. Mereka yang pintar, berputar-putar, memanjangkan pikiran sepanjang-panjangnya, sehingga terpelanting dan terjerembab dalam kusutnya benang pikiran. Tak ada yang memuji kebodohan, selain Tuhan. Orang bodoh hanyalah manusia yang sederhana, apa adanya. Bukan mereka tak sekolah, tetapi mereka belajar banyak-banyak untuk menjadi bodoh, yaitu belajar di sekolah bodoh untuk "percaya mati" kepada Tuhan.



Kitab kebodohan terbentang lapang di dadanya orang-orang bodoh, bahkan merekapun tak tahu tentang masa, apa nanti dan mengapa kemarin. Orang bodoh hanya tahu hidup apa adanya sekarang. Baik, buruk, bagi orang bodoh sama-sama kebisuan, tidak menandakan apa-apa, karena baginya hanya Tuhan yang dipercaya. Karena Tuhan memenuhi rasa hatinya, maka mereka tak terlibat perdebatan orang-orang pintar, tentang benar dan salah, yang mereka tahu hanya bahwa Tuhan itulah segala-galanya.



Sekolah bodoh jauh lebih mahal dan jauh lebih sulit daripada sekolah untuk pintar. Untuk menjadi pintar orang belajar dengan sokongan orang banyak, pujian dan sanjungan, bahkan pemberian gelar-gelar kepintaran yang banyak dan macam-macam, mengagumkan. Sedangkan di sekolah bodoh, orang harus menjadi asing, tidak diterima, apa lagi dihargai. Sekali lagi hanya Tuhan yang mendampingi mereka siang malam, sedang orang banyak menyebutnya penyakit. Perangi kebodohan, jauhi sejauh-jauhnya, dan wajibkan semua orang menjadi pintar.



Orang bodoh itu punya ketakutan yang bukan karena ancaman, takut yang sebenarnya takut, karena mereka tidak tahu, tidak mengerti, tidak faham, tidak bisa menerima kepintaran. Jadilah mereka orang-orang yang selalu melarikan diri kepada perlindungan Tuhan terhadap segala ancaman karena kebodohan mereka. Sedangkan orang-orang pintar punya banyak cara untuk dijadikan alat penolong hidupnya.Mungkin sebab inlah orang-orang pintar hanya percaya kepada Tuhan sebagai simbol kerifan hidup saja, bukan tumpuan hidup.



Orang bodoh punya tabiat lemah, tak berdaya, orang lain menyebutnya tak berguna. Ketika orang bodoh sakit, mereka tidak mengerti obat, bahwa itu adalah zat kimia yang mengandung penyembuhan terhadap penyakit. Mereka menelan pil manjur atau bahkan pil super manjur dengan minta ampun kepada Tuhan seraya barharap kesembuhan dari Tuhan, bukan dari obat yang diminumnya. Ketika orang bodoh bekerja dan mendapatkan upah, mereka tidak mengerti arti uang sebagaimana orang-orang pintar yang menyebut uang sebagai alat pemenuhan kebutuhan. Sekalipun orang bodoh ini diupah 10 juta untuk kebutuhan istri dan 2 anak misalnya, mereka tetap meminta kecukupan hidup kepada Tuhan, karena mereka tidak tahu kalau uang sebanyak itu sudah sangat cukup, sebagaimana yang diketahui oleh orang-orang pintar seperti kita-kita. Bahkan ketika uangnya diminta orang, merekapun tidak keberatan, apalagi menyimpannya sembunyi-sembunyi, karena memang mereka tidak tahu kalu uang adalah barang ajaib yang harganya sama dengan darah.



Belajar menjadi bodoh seperti itu menjadi kuwajiban bodoh orang-orang pintar untuk bisa percaya mati kepada Tuhan. Sekurang-kurangnya, makin kita menuntut solusi hidup untuk menjalani hidup berhamba kepada Tuhan, kebodohan adalah gelar penghabisan, puncaknya kemanusiaan yang menjadikan kita benar-benar manusia. Tapi siapa berani menjadi bodoh dengan kemampuan kepintaran yang yang sudah diasah sejak lama, yang berarti akan melawan kepintarannya sendiri, dan bahkan akan menjadi perlawanan terhadap kepintarannya orang banyak. sanggupkah hidup terkucilkan, menjadi asing, dan menjadi orang yang aneh.



Betapa tidak, kebodohan menjadikan kita seperti masuk ke dunia lain yang tidak kita ketahui segala sesuatunya. Hidupnya orang bodoh selalu bersandar kepada kasih sayang dan pertolongan Tuhan semata, sambil tak memperdulikan bahwa Tuhan yang dijadikan gantungan hidup itu adalah sesuatu yang tidak kelihatan keberadaannya. Tentu ini adalah sebuah biaya yang mahal unuk menjadi orang bodoh.



Kalau ada kesempatan untuk berubah haluan, setiap saat tentu menjadi hamba Tuhan yang percaya mati kepadaNya menjadi pilihan. Tetapi sayangnya kepintaran ini tidak berarti apa-apa selain pertolongan Tuhan sendiri yang diharapkan, sebagaimana orang-orang bodoh percaya mati kepada Tuhan.


matahari tidak menerangi kenyataan
pengetahuan tidak menerangkan kesejatian
kekuasaan tidak mewujudkan kebenaran
kearifan hanya berarti pandai menyimpan kata hati
dengan kepura-puraan


*Elista Arum apa ygkn trjadi... :jika hidup hnya dlm kepura2an, demi tuk kbahagiaan org lain...dan dilakukn dg ikhlas tuk mengharap ridho-NYA semata...
Suka

*Gubug Mbah Sanusi :

Untuk urusan pura-pura kita nyanyikan saja lagu "Dunia ini Panggung Sandiwara" semoga akting kita sampai ketemu pada yang asli alias bukan pura-pura terus.
· Suka

Selasa, 15 Februari 2011

ZIAROH MAKOM ULAMA' MBAH YAI SANUSI

Atas Berkat dan Rohmat Alloh Ta'alla, pada malam ini 12 Robi'ul Awal 1432H atau 15 Pebruari 2011M, disini di lokasi Mbah Kyai Achmad Sanusi, Sekaru-Kauman-Kabuh-Jombang.
Berduyun-duyun ratusan bahkan ribuan masyarakat sekitar Kabuh sampai dengan regional Jawa Timur, peziaroh datang kelokasi Makom. Malam ini adalah Haul Beliau Mbah Yai Sanusi.



Setelah acara pembacaan doa Hulhu 100 000 kali, yang di pimpin oleh Bapak Kholifah. Barulah para peziaroh menuju ke lokasi Makom. Bila orang berziaroh ke Makom para Waliuyulloh, kita harus menyadari diri kita itu diibaratkan seperti batrai yang siap diisi oleh daya, atau di cas.Dengan menyadari kita seperti wadah gelas kosong yang siap diisi oleh segelas air barokah kehidupan oleh daya ketaqwaan Beliau Sang Wali.


Bila seseorang yang sedang berziaroh memiliki nilai ketaqwaan yang lebih tinggi dari yang diziarohi, maka makam orang yang diziarohi akan mendapat syafaat dari ketaqwaan
orang yang datang.
Makanya peninggalan yang paling berharga adalah meninggalkan seorang anak yang mau mendoakan orang tuanya, itulah kenikmatan Rohmat yang selalu kita dambakan.
Semoga kita bisa beruntung dengan peninggalan anak yang sholeh dan mengulang tahuni hari meninggal kita.

Jumat, 14 Januari 2011

PERSATUAN BEKERJA dalam KEBAIKAN

Kebersamaan sangat berperan dalam membentuk tujuan baik, dilingkup tempat bekerja tak luput
dari semangat persatuan. Dengan panduan Bapak pimpinan kita harus siap mengikuti petunjuknya.
termasuk tempat kami SMA ISLAM SIMONGAGROK.




SELAMAT BERJUANG REKAN REKAN SEMOGA KITA SUKSES BERSAMA SULURUH SISWA.

Senin, 10 Januari 2011

Merubah Pola Pikir Konsumtif Menjadi Pola pikir Produktif


Menjadi manusia yang bisa bermanfaat, patutlah kiranya kita mencontoh kisah berikut:
Seorang Kakek berusia 85 tahun, dengan langkahnya yang sempoyongan membawa sebatang bibit pohon kelapa yang akan ditanam di belakang rumahnya. Cangkul tak lupa diletakkan
diatas pundaknya.
Cucunya yang berumur 17 tahun bertanya pada Sang Kakek,
Cucu : akan kemana Kakek?
Kakek: menanam pohon kelapa.
Cucu : bukankah tidak enak langsung beli buah kelapa, mengapa harus
repot repot nanam Kek !
Kakek: saya ini ingin menjadi lebih manfaat. kalo saya beli,
saat butuh kelapa kan harus beli terus. Tapi dengan saya
menanam pohon ini akan saya tinggalkan kelapa ini pada
anak dan cucuku.
Cucu : Jadi Kakek itu orang yang hebat, semangat produktifnya tinggi.
Ingin rasanya aku mewarisi semangat Kakek, yang selalu aktif
dan aktif.


Kisah ini sementara cukuplah mengingatkan kita, bahwa manusia yang
berjiwa konsumtif, akan banyak tertinggal dengan orang lain dalam sisi
manfaat hidup.
Orang yang berjiwa produktif, akan banyak dirindukan kehadirannya bagi semua
orang. Orang itu banyak dikenang, dan semoga kebaikannya mendapat Ridlo
dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Jumat, 07 Januari 2011

Merubah video dalam bentuk suara / mp3

Free DVD MP3 Ripper, Mengambil Suara dari File Video




Sewaktu membeli Quran Tajwid beberapa disisipkan sebuah file Video berjudul Belajar Quran dengan metode Quantum Readin Quran atau QRQ. Dari video tersebut saya merasa nyaman aja belajarnya, karena suara dari Ustadz Abu Rabbani begitu enak didengar. Suara dari membaca Qurannya begitu jernih, jelas dan enak di dengar telinga. Hanya sayangnya satu vormatnya dalam bentuk VCD.

AKhirnya saya teringat sebuah software lama namanya Etymonic, sebuah software untuk mengambil mp3 dari VCD. Hmm searching namun tidak ketemu, baru kemarin searching lagi ketemu dengan Free DVD Mp3 Ripper, sebuah freeware yang mampu mengambil suara sebuah file berformat film atau Video. Inilah pengantar perlunya ilmu karya seperti ini.

Kelebihan dari freeware ini adalah kemampunnya menentukan awal dan akhir suara yang akan diambil. CUkup menggeser seekbar video yang ada di layar utama.
Kelebihannya lagi, semua menu tampil di layar utama, sehingga semua menunya kelihatan muncul di layar.

Cara Convertnya cukup mudah.
1. Buka file video yang akan di rip, dengan meng-klik icon yang ada di Source
2. Tentukan lokasi penyimpanan file Audio dengan meng-klik icon Output File, jika tempat save file Audio tidak ditentukan maka otomatis akan tersimpan di MyDocument.
3. Klik Rip!! dan tunggu hingga proses conversi selesai.

Jika menginginkan ukuran file menjadi lebih kecil, tetapi dengan kualitas suara yang tentunya juga berkurang, klik Change Seeing dan ubah MP3 bit rate dan chanel modenya.

Video yang didukung adalah
- DVD
- VCD dan SVCD (*.dat)
- MPEG, dan MPG

Free DVD MP3 Ripper
Situs : http://www.jodix.com/
Size : 1 Mb.

Senin, 03 Januari 2011

KAWASAKI BLITZ JOY R

Atas Berkat Rohmat Alloh Yang Maha Kuasa.
Itulah ungkapan saat saya mengendarai kendaraan yang kami miliki.
Dahulu saya pernah menggunakan: Vespa bajaj super dari India, berganti lagi dengan honda Win dan saat ini memakai KAWASAKI BLITZ JOY R.


Itulah riwayat kami saat berkendara sepeda. Dalam mencari nafkah, saat mengantar anak sekolah di THGB Losari Ploso Jombang, saat bergabung dalam perjuangan berdakwah Shiddiqiyyah dan juga bersilaturohmi ke sanak famili.

Saya sangat suka dengan kata JOY saya artikan JALAN ORANG YAKIN.
Dengan si biru itu aku telah bisa berdakwah Cinta Tanah Air Indonesia, karena pada belakang sepeda saya, saya tempeli stiker CINTA TANAH AIR INDONESIA.
Dengan si JOY itu aku mengingatkan pada diriku tentang ATAS BERKAT ROHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA sebagai sumber dari segala sumber kehidupan

. Walau nanti aku ganti sepeda maka si biru Joy akan selalu kukenang.

Terimakasih Ibu Hj Masriyah Losari Ploso Jombang yang telah memberi kesempatan untuk bisa memiliki kawasaki blitz joy si biru.

Selasa, 28 Desember 2010

T U K A R C I N C I N

Dalam menuju kebahagiaan dan ketenangan hidup.
Sepasang manusia yang sudah sepakat untuk mengarungi hidup bersama, seayun selangkah, senasib sepenanggungan, bahagia bersama, susah bersama....! Tentunya ada yang dipersiapkan, diantaranya:................


1.Persiapan Lahir.
Materi, biaya, uang, jasmani kita, prasarana penunjang ( yang pria harus ada
sumber penghasilan) dan lain lain
2.Persiapan Batin.
Perasaan, kemuan, keinginan, harapan, pandangan kedepan dan lain lain.

Tapi mengapa ada kebiasaan atau budaya tukar cincin....?
Sebelum menikah ada silaturahmi keluarga, ada lamaran dan balasan lamaran.
saat lamaran itulah si calon manten pria melamar kepada keluarga gadis, dengan membawa: perlengkapan baju si gadis, alat perawatan kecantikan, ada bahan pokok, buah, kue dan tak boleh lupa adalah CINCIN. (BUKAN MASKAWIN)


TUKAR CINCIN
Cinta dengan Cinta yang saling ditukarkan, Kata cinta diambil cin saja, cinta dengan cinta dipertemukan. Tapi disingkat CINCIN (cinta cinta), ini disebut tajasudil makna atau makna yang dijasadkan.
Adapun cinta yang ditukar itu adalah cinta yang berupa:
1. Cinta kepada Alloh Ta'alla.
2. Cinta kepada Rosul Alloh.
3. Cinta kepada urusan perjuangan agama dan tanah air
4. Baru cinta ke empat ini bisa diisi dengan dengan cinta sesama pasangan yang
akan nikah, cinta dengan seluruh anggota keluarga masing masing.

Dengan harapan cinta yang ditukar tadi bisa saling menguatkan dari poin poin diatas, demi untuk niat melaksanakan ibadah perintah dari Alloh Ta'alla.
Masing masing manusia punya cinta seperti diatas dengan saling memperkuat akan adanya kelemahan masing masing.
Kita harus nyadar bahwa tujuan hidup manusia adalah ibadah.

SELAMAT BERBAHAGIA BAGI YANG SIAP UNTUK MENIKAH....!

Jumat, 03 Desember 2010

RAMALAN YANG PERLU DIBERI TANDA KUTIP

RAMALAN PRABU JAYABAYA


Prabu Jayabaya raja Kediri bertemu pendita dari Rum yang sangat sakti, Maulana Ali Samsuyen. Ia pandai meramal serta tahu akan hal yang belum terjadi. Jayabaya lalu berguru padanya, sang pendeta menerangkan berbagai ramalan yang tersebut dalam kitab Musaror dan menceritakan penanaman orang sebanyak 12.000 keluarga oleh utusan Sultan Galbah di Rum, orang itu lalu ditempatkan di pegunungan Kendeng, lalu bekerja membuka hutan tetapi banyak yang mati karena gangguan makhluk halus, jin dsb, itu pada th rum 437, lalu Sultan Rum memerintahkan lagi di Pulau Jawa dan kepulauan lainnya dgn mengambil orang dari India, Kandi, Siam.

Sejak penanaman orang-orang ini sampai hari kiamat kobro terhitung 210 tahun matahari lamanya atau 2163 tahun bulan, Sang pendeta mengatakan orang di Jawa yang berguru padanya tentang isi ramalan hanyalah Hajar Subroto di G. Padang.

Beberapa hari kemudian Jayabaya menulis ramalan Pulau Jawa sejak ditanami yang keduakalinya hingga kiamat, lamanya 2.100 th matahari. Ramalannya menjadi Tri-takali, yaitu :

I. Jaman permulaan disebut KALI-SWARA, lamanya 700 th matahari (721 th bulan). Pada waku itu di jawa banyak terdengar suara alam, gara-gara geger, halintar, petir, serta banyak kejadian-kejadian yang ajaib dikarenakan banyak manusia menjadi dewa dan dewa turun kebumi menjadi manusia.

II. Jaman pertengahan disebut KALI-YOGA, banyak perobahan pada bumi,bumi belah menyebabkan terjadinya pulau kecil-kecil, banyak makhluk yangsalah jalan, karena orang yang mati banyak menjelma (nitis).

III. Jaman akhir disebut KALI-SANGARA, 700 th. Banyak hujan salah mangsa dan banyak kali dan bengawan bergeser, bumi kurang manfaatnya, menghambat datangnya kebahagian, mengurangi rasa-terima, sebab manusia yang yang mati banyak yang tetap memegang ilmunya.Ramalan Jayabaya adalah ramalan dalam tradisi Jawa yang dipercaya ditulis oleh Jayabaya, raja Kerajaan Kediri. Ramalan ini dikenal pada khususnya di kalangan masyarakat Jawa.

Apakah ramalan Jayabaya benar-benar akan menjadi kenyataan?

Ramalan Jayabaya selengkapnya
00. Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran --- Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda.
01. Tanah Jawa kalungan wesi --- Pulau Jawa berkalung besi.
02. Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang --- Perahu berlayar di ruang angkasa.
03. Kali ilang kedhunge --- Sungai kehilangan lubuk.
04. Pasar ilang kumandhang --- Pasar kehilangan suara.
05. Iku tandha yen tekane jaman Jayabaya wis cedhak --- Itulah pertanda jaman Jayabaya telah mendekat.
06. Bumi saya suwe saya mengkeret --- Bumi semakin lama semakin mengerut.
07. Sekilan bumi dipajeki --- Sejengkal tanah dikenai pajak.
08. Jaran doyan mangan sambel --- Kuda suka makan sambal.
09. Wong wadon nganggo pakeyan lanang --- Orang perempuan berpakaian lelaki.
10. Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking jaman--- Itu pertanda orang akan mengalami jaman berbolak-balik
11. Akeh janji ora ditetepi --- Banyak janji tidak ditepati.
12. Akeh wong wani nglanggar sumpahe dhewe--- Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri.
13. Manungsa padha seneng nyalah--- Orang-orang saling lempar kesalahan.
14. Ora ngendahake hukum Allah--- Tak peduli akan hukum Allah.
15. Barang jahat diangkat-angkat--- Yang jahat dijunjung-junjung.
16. Barang suci dibenci--- Yang suci (justru) dibenci.
17. Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit--- Banyak orang hanya mementingkan uang.
18. Lali kamanungsan--- Lupa jati kemanusiaan.
19. Lali kabecikan--- Lupa hikmah kebaikan.
20. Lali sanak lali kadang--- Lupa sanak lupa saudara.
21. Akeh bapa lali anak--- Banyak ayah lupa anak.
22. Akeh anak wani nglawan ibu--- Banyak anak berani melawan ibu.
23. Nantang bapa--- Menantang ayah.
24. Sedulur padha cidra--- Saudara dan saudara saling khianat.
25. Kulawarga padha curiga--- Keluarga saling curiga.
26. Kanca dadi mungsuh --- Kawan menjadi lawan.
27. Akeh manungsa lali asale --- Banyak orang lupa asal-usul.
28. Ukuman Ratu ora adil --- Hukuman Raja tidak adil
29. Akeh pangkat sing jahat lan ganjil--- Banyak pejabat jahat dan ganjil
30. Akeh kelakuan sing ganjil --- Banyak ulah-tabiat ganjil
31. Wong apik-apik padha kapencil --- Orang yang baik justru tersisih.
32. Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin --- Banyak orang kerja halal justru malu.
33. Luwih utama ngapusi --- Lebih mengutamakan menipu.
34. Wegah nyambut gawe --- Malas menunaikan kerja.
35. Kepingin urip mewah --- Inginnya hidup mewah.
36. Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka --- Melepas nafsu angkara murka, memupuk durhaka.
37. Wong bener thenger-thenger --- Si benar termangu-mangu.
38. Wong salah bungah --- Si salah gembira ria.
39. Wong apik ditampik-tampik--- Si baik ditolak ditampik.
40. Wong jahat munggah pangkat--- Si jahat naik pangkat.
41. Wong agung kasinggung--- Yang mulia dilecehkan
42. Wong ala kapuja--- Yang jahat dipuji-puji.
43. Wong wadon ilang kawirangane--- perempuan hilang malu.
44. Wong lanang ilang kaprawirane--- Laki-laki hilang perwira/kejantanan
45. Akeh wong lanang ora duwe bojo--- Banyak laki-laki tak mau beristri.
46. Akeh wong wadon ora setya marang bojone--- Banyak perempuan ingkar pada suami.
47. Akeh ibu padha ngedol anake--- Banyak ibu menjual anak.
48. Akeh wong wadon ngedol awake--- Banyak perempuan menjual diri.
49. Akeh wong ijol bebojo--- Banyak orang tukar pasangan.
50. Wong wadon nunggang jaran--- Perempuan menunggang kuda.
51. Wong lanang linggih plangki--- Laki-laki naik tandu.
52. Randha seuang loro--- Dua janda harga seuang (Red.: seuang = 8,5 sen).
53. Prawan seaga lima--- Lima perawan lima picis.
54. Dhudha pincang laku sembilan uang--- Duda pincang laku sembilan uang.
55. Akeh wong ngedol ngelmu--- Banyak orang berdagang ilmu.
56. Akeh wong ngaku-aku--- Banyak orang mengaku diri.
57. Njabane putih njerone dhadhu--- Di luar putih di dalam jingga.
58. Ngakune suci, nanging sucine palsu--- Mengaku suci, tapi palsu belaka.
59. Akeh bujuk akeh lojo--- Banyak tipu banyak muslihat.
60. Akeh udan salah mangsa--- Banyak hujan salah musim.
61. Akeh prawan tuwa--- Banyak perawan tua.
62. Akeh randha nglairake anak--- Banyak janda melahirkan bayi.
63. Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne--- Banyak anak lahir mencari bapaknya.
64. Agama akeh sing nantang--- Agama banyak ditentang.
65. Prikamanungsan saya ilang--- Perikemanusiaan semakin hilang.
66. Omah suci dibenci--- Rumah suci dijauhi.
67. Omah ala saya dipuja--- Rumah maksiat makin dipuja.
68. Wong wadon lacur ing ngendi-endi--- Di mana-mana perempuan lacur
69. Akeh laknat--- Banyak kutukan
70. Akeh pengkianat--- Banyak pengkhianat.
71. Anak mangan bapak---Anak makan bapak.
72. Sedulur mangan sedulur---Saudara makan saudara.
73. Kanca dadi mungsuh---Kawan menjadi lawan.
74. Guru disatru---Guru dimusuhi.
75. Tangga padha curiga---Tetangga saling curiga.
76. Kana-kene saya angkara murka --- Angkara murka semakin menjadi-jadi.
77. Sing weruh kebubuhan---Barangsiapa tahu terkena beban.
78. Sing ora weruh ketutuh---Sedang yang tak tahu disalahkan.
79. Besuk yen ana peperangan---Kelak jika terjadi perang.
80. Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor---Datang dari timur, barat, selatan, dan utara.
81. Akeh wong becik saya sengsara--- Banyak orang baik makin sengsara.
82. Wong jahat saya seneng--- Sedang yang jahat makin bahagia.
83. Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul--- Ketika itu burung gagak dibilang bangau.
84. Wong salah dianggep bener---Orang salah dipandang benar.
85. Pengkhianat nikmat---Pengkhianat nikmat.
86. Durjana saya sempurna--- Durjana semakin sempurna.
87. Wong jahat munggah pangkat--- Orang jahat naik pangkat.
88. Wong lugu kebelenggu--- Orang yang lugu dibelenggu.
89. Wong mulya dikunjara--- Orang yang mulia dipenjara.
90. Sing curang garang--- Yang curang berkuasa.
91. Sing jujur kojur--- Yang jujur sengsara.
92. Pedagang akeh sing keplarang--- Pedagang banyak yang tenggelam.
93. Wong main akeh sing ndadi---Penjudi banyak merajalela.
94. Akeh barang haram---Banyak barang haram.
95. Akeh anak haram---Banyak anak haram.
96. Wong wadon nglamar wong lanang---Perempuan melamar laki-laki.
97. Wong lanang ngasorake drajate dhewe---Laki-laki memperhina derajat sendiri.
98. Akeh barang-barang mlebu luang---Banyak barang terbuang-buang.
99. Akeh wong kaliren lan wuda---Banyak orang lapar dan telanjang.
100. Wong tuku ngglenik sing dodol---Pembeli membujuk penjual.
101. Sing dodol akal okol---Si penjual bermain siasat.
102. Wong golek pangan kaya gabah diinteri---Mencari rizki ibarat gabah ditampi.
103. Sing kebat kliwat---Siapa tangkas lepas.
104. Sing telah sambat---Siapa terlanjur menggerutu.
105. Sing gedhe kesasar---Si besar tersasar.
106. Sing cilik kepleset---Si kecil terpeleset.
107. Sing anggak ketunggak---Si congkak terbentur.
108. Sing wedi mati---Si takut mati.
109. Sing nekat mbrekat---Si nekat mendapat berkat.
110. Sing jerih ketindhih---Si hati kecil tertindih
111. Sing ngawur makmur---Yang ngawur makmur
112. Sing ngati-ati ngrintih---Yang berhati-hati merintih.
113. Sing ngedan keduman---Yang main gila menerima bagian.
114. Sing waras nggagas---Yang sehat pikiran berpikir.
115. Wong tani ditaleni---Si tani diikat.
116. Wong dora ura-ura---Si bohong menyanyi-nyanyi
117. Ratu ora netepi janji, musna panguwasane---Raja ingkar janji, hilang wibawanya.
118. Bupati dadi rakyat---Pegawai tinggi menjadi rakyat.
119. Wong cilik dadi priyayi---Rakyat kecil jadi priyayi.
120. Sing mendele dadi gedhe---Yang curang jadi besar.
121. Sing jujur kojur---Yang jujur celaka.
122. Akeh omah ing ndhuwur jaran---Banyak rumah di punggung kuda.
123. Wong mangan wong---Orang makan sesamanya.
124. Anak lali bapak---Anak lupa bapa.
125. Wong tuwa lali tuwane---Orang tua lupa ketuaan mereka.
126. Pedagang adol barang saya laris---Jualan pedagang semakin laris.
127. Bandhane saya ludhes---Namun harta mereka makin habis.
128. Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan---Banyak orang mati lapar di samping makanan.
129. Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara---Banyak orang berharta tapi hidup sengsara.
130. Sing edan bisa dandan---Yang gila bisa bersolek.
131. Sing bengkong bisa nggalang gedhong---Si bengkok membangun mahligai.
132. Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil---Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih.
133. Ana peperangan ing njero---Terjadi perang di dalam.
134. Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham---Terjadi karena para pembesar banyak salah faham.
135. Durjana saya ngambra-ambra---Kejahatan makin merajalela.
136. Penjahat saya tambah---Penjahat makin banyak.
137. Wong apik saya sengsara---Yang baik makin sengsara.
138. Akeh wong mati jalaran saka peperangan---Banyak orang mati karena perang.
139. Kebingungan lan kobongan---Karena bingung dan kebakaran.
140. Wong bener saya thenger-thenger---Si benar makin tertegun.
141. Wong salah saya bungah-bungah---Si salah makin sorak sorai.
142. Akeh bandha musna ora karuan lungane---Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe Banyak harta hilang entah ke mana, Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa.
143. Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram---Banyak barang haram, banyak anak haram.
144. Bejane sing lali, bejane sing eling---Beruntunglah si lupa, beruntunglah si sadar.
145. Nanging sauntung-untunge sing lali---Tapi betapapun beruntung si lupa.
146. Isih untung sing waspada---Masih lebih beruntung si waspada.
147. Angkara murka saya ndadi---Angkara murka semakin menjadi.
148. Kana-kene saya bingung---Di sana-sini makin bingung.
149. Pedagang akeh alangane---Pedagang banyak rintangan.
150. Akeh buruh nantang juragan---Banyak buruh melawan majikan.
151. Juragan dadi umpan---Majikan menjadi umpan.
152. Sing suwarane seru oleh pengaruh---Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh.
153. Wong pinter diingar-ingar---Si pandai direcoki.154. Wong ala diuja---Si jahat dimanjakan.
155. Wong ngerti mangan ati---Orang yang mengerti makan hati.
156. Bandha dadi memala---Hartabenda menjadi penyakit
157. Pangkat dadi pemikat---Pangkat menjadi pemukau.
158. Sing sawenang-wenang rumangsa menang --- Yang sewenang-wenang merasa menang
159. Sing ngalah rumangsa kabeh salah---Yang mengalah merasa serba salah.
160. Ana Bupati saka wong sing asor imane---Ada raja berasal orang beriman rendah.
161. Patihe kepala judhi---Maha menterinya benggol judi
162. Wong sing atine suci dibenci---Yang berhati suci dibenci
163. Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat---Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa.
164. Pemerasan saya ndadra---Pemerasan merajalela.
165. Maling lungguh wetenge mblenduk --- Pencuri duduk berperut gendut.
166. Pitik angrem saduwure pikulan---Ayam mengeram di atas pikulan.
167. Maling wani nantang sing duwe omah---Pencuri menantang si empunya rumah.
168. Begal pada ndhugal---Penyamun semakin kurang ajar.
169. Rampok padha keplok-keplok---Perampok semua bersorak-sorai.
170. Wong momong mitenah sing diemong---Si pengasuh memfitnah yang diasuh
171. Wong jaga nyolong sing dijaga---Si penjaga mencuri yang dijaga.
172. Wong njamin njaluk dijamin---Si penjamin minta dijamin.
173. Akeh wong mendem donga---Banyak orang mabuk doa.
174. Kana-kene rebutan unggul---Di mana-mana berebut menang.
175. Angkara murka ngombro-ombro---Angkara murka menjadi-jadi.
176. Agama ditantang---Agama ditantang.
177. Akeh wong angkara murka---Banyak orang angkara murka.
178. Nggedhekake duraka---Membesar-besarkan durhaka.
179. Ukum agama dilanggar---Hukum agama dilanggar.
180. Prikamanungsan di-iles-iles---Perikemanusiaan diinjak-injak.
181. Kasusilan ditinggal---Tata susila diabaikan
182. Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi---Banyak orang gila, jahat dan hilang akal budi.
183. Wong cilik akeh sing kepencil---Rakyat kecil banyak tersingkir.
184. Amarga dadi korbane si jahat sing jajil---Karena menjadi kurban si jahat si laknat.
185. Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit---Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit.
186. Lan duwe prajurit---Dan punya prajurit.
187. Negarane ambane saprawolon---Lebar negeri seperdelapan dunia.
188. Tukang mangan suap saya ndadra---Pemakan suap semakin merajalela.
189. Wong jahat ditampa---Orang jahat diterima.
190. Wong suci dibenci---Orang suci dibenci.
191. Timah dianggep perak---Timah dianggap perak.
192. Emas diarani tembaga---Emas dibilang tembaga
193. Dandang dikandakake kuntul---Gagak disebut bangau.
194. Wong dosa sentosa---Orang berdosa sentosa.
195. Wong cilik disalahake---Rakyat jelata dipersalahkan.
196. Wong nganggur kesungkur---Si penganggur tersungkur.
197. Wong sregep krungkep---Si tekun terjerembab.
198. Wong nyengit kesengit---Orang busuk hati dibenci.
199. Buruh mangluh---Buruh menangis.
200. Wong sugih krasa wedi---Orang kaya ketakutan.
201. Wong wedi dadi priyayi---Orang takut jadi priyayi.
202. Senenge wong jahat---Berbahagialah si jahat.
203. Susahe wong cilik---Bersusahlah rakyat kecil.
204. Akeh wong dakwa dinakwa---Banyak orang saling tuduh.
205. Tindake manungsa saya kuciwa---Ulah manusia semakin tercela.
206. Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi---Para raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai.
207. Wong Jawa kari separo---Orang Jawa tinggal separo.
208. Landa-Cina kari sejodho --- Belanda-Cina tinggal sepasang.
209. Akeh wong ijir, akeh wong cethil---Banyak orang kikir, banyak orang pelit.
210. Sing eman ora keduman---Si hemat tidak mendapat bagian.
211. Sing keduman ora eman---Yang mendapat bagian tidak berhemat.
212. Akeh wong mbambung---Banyak orang berulah dungu.
213. Akeh wong limbung---Banyak orang limbung.
214. Selot-selote mbesuk wolak-waliking jaman teka---Lambat-laun datanglah kelak terbaliknya jaman.

KIMIA 35: Hukum dasar Kimia

KIMIA 35: Hukum dasar Kimia

Senin, 29 November 2010




Wage Rudolf Supratman (1903–1938)
Nama:
Wage Rudolf Supratman
Lahir:
Jatinegara, Jakarta, 9 Maret 1903
Meninggal:
Surabaya, 17 Agustus 1938

Pendidikan:
- Sekolah Dasar di Jakarta
- Normaal School di Ujungpandang

Pekerjaan:
- Guru Sekolah Dasar
- Karyawan perusahaan dagang
- Wartawan

Karya Tulis:
- Buku “Perawan Desa”

Karya Musik:
- Indonesia Raya

Alamat Ahli Waris:
Ikatan Keluarga Ahli Waris WR.Soepratman Komponis "Indonesia Raya"
d/a.Jl.Mulia no.25 RT.011/008 Jatinegara
Jakarta Timur 13330
E-mail:
budi_wrsoepratman
@yahoo.co.Id

Penggubah Lagu Indonesia Raya

Tingginya jiwa kebangsaan dari Wage Rudolf Supratman menuntun dirinya membuahkan karya bernilai tinggi yang di kemudian hari telah menjadi pembangkit semangat perjuangan pergerakan nasional. Semangat kebangsaan, rasa persatuan dan kehendak untuk merdeka dalam jiwanya dituangkan dalam lagu gubahannya Indonesia Raya. Lagu yang kemudian menjadi lagu kebangsaan negeri ini.

Penolakan jiwanya terhadap penjajahan, pernah juga dituliskannya dalam bukunya yang berjudul Perawan Desa. Namun sayang, Pahlawan nasional yang lahir 9 Maret 1903 ini sudah meninggal pada tanggal 17 Agustus 1938, sebelum mendengar lagu gubahannya dikumandangkan pada hari kemerdekaan negeri yang dicintainya.

Supratman tepatnya lahir di Jatinegara, Jakarta, tanggal 9 Maret 1903. Menamatkan sekolah dasarnya di Jakarta, kemudian melanjutkan ke Normaal School Ujungpandang. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia masih tetap tinggal di Ujungpandang dan sempat bekerja sebagai guru Sekolah Dasar kemudian ke sebuah perusahaan dagang. Kebolehannya bermain musik biola serta menggubah lagu diperolehnya dari kakaknya semasa menjalani pendidikan dan bekerja di Ujungpandang ini. Dari Ujungpandang, ia kemudian pindah ke Bandung menekuni profesi sebagai seorang wartawan. Profesi itu terus ditekuninya hingga ia akhirnya mudik ke kota kelahirannya, Jakarta.

Ia sebenarnya merupakan putra dari seorang Tentara Hindia Belanda (KNIL), tapi tidak dengan begitu ia menjadi antek Belanda yang tidak mempunyai jiwa kebangsaan Indonesia. Malah sebaliknya, jiwa kebangsaannya sangat tinggi. Jiwa kebangsaan itu semakin mengental pada dirinya terutama setelah banyak bertemu dengan tokoh-tokoh pergerakan nasional sejak ia menekuni profesi kewartawanan. Rasa tidak senangnya terhadap penjajahan Belanda pernah dituangkannya dalam bukunya yang berjudul Perawan Desa. Buku yang mengandung nilai-nilai nasionalitas dan menyinggung pemerintahan Belanda itu akhirnya oleh pemerintah Belanda, disita dan dilarang beredar.

Kilas balik dari lahirnya lagu Indonesia Raya sendiri adalah berawal dari ketika suatu kali terbacanya sebuah karangan dalam Majalah Timbul. Penulis karangan tersebut menentang ahli-ahli musik Indonesia untuk menciptakan lagu kebangsaan. Supratman yang sudah semakin kental jiwa kebangsaannya merasa tertantang. Sejak itu, ia mulai menggubah lagu. Dan pada tahun 1924 lahirlah lagu Indonesia Raya.

Ketika Kongres Pemuda, yakni kongres yang melahirkan Sumpah Pemuda dilangsungkan di Jakarta bulan Oktober tahun 1928, secara instrumentalia Supratman memperdengarkan lagu ciptaannya itu pada malam penutupan acara tanggal 28 Oktober 1928 tersebut. Disitulah saat pertama lagu tersebut dikumandangkan di depan umum. Lagu yang sangat menggugah jiwa patriotisme itupun dengan cepat terkenal di kalangan pergerakan nasional. Sehingga sejak itu apabila partai-partai politik mengadakan kongres, lagu Indonesia Raya, lagu yang menjadi semacam perwujudan rasa persatuan dan kehendak untuk merdeka itu selalu dinyanyikan.

Dan ketika Indonesia sudah memperoleh kemerdekaan, para pejuang-pejuang kemerdekaan menjadikan lagu Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan. Dan, Wage Rudolf Supratman yang meninggal dan dimakamkan di Surabaya tanggal 17 Agustus 1938, dikukuhkan menjadi Pahlawan Nasional atas segala jasa-jasanya untuk nusa dan bangsa tercinta ini. ► juka-atur

Lirik Lagu W.R. Supratman Indonesia Raya
Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Disanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan Tanah Airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya
Indonesia Tanah yang mulia
Tanah kita yang kaya
Di sanalah aku berada Untuk slama-lamanya
Indonesia Tanah pusaka Pusaka Kita semuanya
Marilah kita mendoa Indonesia bahagia
Suburlah Tanahnya Suburlah jiwanya
Bangsanya Rakyatnya semuanya
Sadarlah hatinya Sadarlah budinya
Untuk Indonesia Raya
Indonesia Tanah yang suci Tanah kita yang sakti
Disanalah aku berdiri ‘njaga ibu sejati
Indonesia! Tanah berseri Tanah yang aku sayangi
Marilah kita berjanji Indonesia abadi
Slamatlah Rakyatnya Slamatlah putranya
Pulaunya lautnya semuanya
Majulah Negrinya Majulah Pandunya
Untuk Indonesia Raya


*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)